Showing posts with label Pepatah Jawa. Show all posts
Showing posts with label Pepatah Jawa. Show all posts

Ngono yo ngono ning ojo ngono

pepatah jawa
ngono yo ngono ning ojo ngono

Gitu ya gitu tapi jangan sampai keterlaluan.


Nakal ya nakal tapi jangan sampai kebangetan.
Pepatah ini mengajarkan apabila kita melakukan perbuatan buruk jangan sampai keterlaluan hingga merugikan banyak pihak, haruslah juga memperdulikan kepentingan orang lain.

Misalnya ada kerabat jauh yang singgah kerumah sanak keluarganyanya kebetulan memiliki anak kecil. Sepeninggalnya dari sana rumah acak-acakan bahkan meninggalkan setumpul pakaian kotor di kediaman sang empunya rumah. Ada baiknya jika kita memiliki bekal pengetahuan  yang baik agar bisa berguna bagi orang lain dan dengan kehadiran kita memberikan kebahagiaan dan kenyamaan.

Hingga orang lain akan merasa senang dengan kehadiran kita dimanapun kita berada.

Yen wedi ojo wani-wani, yen wani ojo wedi-wedi

Pepatah jawa
Kalo brani jangan takut, Kalo takut jangan sok brani


Pepatah ini mengajarkan kita agar kita jangan ragu-ragu dalam memutuskan sesuatu. 

Jika takut jangan brani-brani,Jika brani jangan takut-takut.
Jika kita sudah memutuskan untuk melakukan susuatu maka lakukanlah hingga tuntas.

Niscaya apa yang kita lakukan itu akan sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Tapi jika kita merasa ragu untuk melakukan sesuatu maka jangan dilakukan karena keraguan merupakan permulaan yang gagal.
Orang yang memiliki pendirian adalah orang yang tidak pernah ragu-ragu dalam melakukan sesuatu yang benar.

Anak polah bapa kepradah

Anak polah bapa kepradah, Pepatah jawa
Anak polah bapa kepradah

Tingkah polah anak orang tua ikut merasakan akibatnya.

 Baik buruknya kelakuan sang anak, maka orang tua adalah orang pertama yang merasakan akibatnya.Tetangga saya yang kanan anaknya pintar bisa mendapatkan beasiswa hingga pergi belajar keluar negri.

Tentu saja orangtuanya sangat bangga kepada anaknya tersebut. Setiap kali mereka pergi mereka akan selalu menceritakan keberhasilan study anak mereka diluar negri.

Tetapi sebaliknya tetangga saya yang sebelah kiri anaknya sangat bandel sudah 2x kluar masuk penjara karena kasus pencurian. Dan kemanapun orang tuanya pergi mereka selalu mendapatkan cemooh karena tingkah laku anaknya yang menggangu. Tapi kedua orang tua itu memiliki satu persaamaan. Mereka selalu mencintai anak-anaknya baik maupun tidak baik.

Manakan yang lebih menguntungkan?

Tentu saja orang tua dengan anak yang bisa membahagiakan orang tuanya. Karena dia sudah memeberikan balas budi yang setimpal dari setiap didikan dan setiap pengertian yang diberikan oleh orang tuanya. maka jadilah pribadi yang bisa membahagiakan orang tua anda.

Mangan ora mangan ngumpul

makan tidak makan kumpul
Mangan ora mangan ngumpul
Suatu pepatah yang dipopulerkan oleh grup musik yang sama-sama kita tahu,Slank.

Makan gak makan asal kumpul.


Pepatah ini mengajarkan baik susah atau senang ada baiknya kita selalu berkumpul dengan seluruh anggota keluarga. Berkumpul untuk saling mendekatkan dan mendapatkan rasa tentram serta rasa aman. Perasaan nyaman itu salah satu hal yang tidak bisa dibeli dengan uang. Bahkan banyak sekali orang-orang kaya yang makan dengan perasaan was-was.

Banyak sekali orang kaya yang tidak bisa merasakan nyaman dan aman didalam hidupnya.

Orang yang berbahagia adalah orang yang mendapatkan rasa perhatian dan kasih sayang dari banyak orang. Meskipun dalam keadaan susah, pasti senang rasanya bahwa seluruh anggota keluarga dalam keadaan aman dan saling mengasihi.


Jaman iku owah gingsir

Jaman itu terus berubah,pepatah jawa
Jaman iku owah gingsir

Jaman itu terus berubah. 


Saya lahir pada tahun 1980an dan saya sangat beruntung bisa bermain engklek, benthik (permainan dengan menggunakan sebatang kayu yang dipukul)berkumpul ramai-ramai di lapangan untuk menonton layar tancap dengan seluruh warga desa.

Dahulu dengan uang 50 rupiah saya bisa mendapatkan dua buah makanan ringan. Menunggu waktu pulang sekolah untuk bermain gameboy yang diikat dengan tali dengan harga Rp.100 untuk 3 kali main. Sungguh pengalaman masa kecil yang luar biasa.
Tapi jaman terus berubah.

Dahulu orang bisa punya sepeda dan tiap sore berkeliling komplek saja sudah hebat. Jika ada yang naik sepeda pasti dibelakangnya ada teman-temannya yang berlarian sambil bersorak-sorak kesenangan sambil mengejarnya. Pengalaman adalah guru yang sangat berharga. Roda itu terus berputar seiring jaman.

Selanjutnya:    

sapa nandur bakale ngunduh

Pepatah ini menghimbau bahwa kita harus menghargai waktu. Tidak ada yang lebih canggih dimasa kini. Karena hari ini adalah masa lalu diesok pagi, karena saat ini adalah waktu yang harus kita usahakan sebaik mungkin.Seiring jaman yang terus berubah, seiring waktu yang terus berlalu. Kita harus selalu menjadikan hidup kita bermakna untuk orang lain, karena teknologi selalu berkembang, kita tidak akan pernah tahu bagaimana masa tua kita berlalu. Satu hal yang tidak akan pernah berubah yaitu Tuhan dan segala kelimpahannya.

Dumadining sira iku lantaran anane bapak piyung ira

Pepatah jawa kuno
dumadining sira iku lantaran anane bapak piyung ira
Terjadinya dirimu itu adalah melalui adanya bapak dan ibumu.

Memang kita lahir tentu saja melalui kedua orangtua kita.

Pepatah ini mengajarkan kita agar selalu mengingat kodrat darimana kita dilahirkan. Jangan sampai kita lupa bahwa orang tua memberikan sumbangsih paling besar bagi kita. Dengan perawatan dan kasih sayangnya semenjak kita lahir menjadikan kita dewasa, dan bisa menentukan jalan hidup yang kita tempuh.

Tanpa mereka kita tidak akan terlahir kedunia. Walaupun kita tidak bisa meminta dari siapa kita dilahirkan tetapi sewajarnya kita mengerti bahwa hidup perlu perjuangan. Banyak sekali orang-orang yang melawan orang tuanya. Bahkan membunuh orang tua kandungnya siapa yang harus disalahkan?
Pendidikan itu penting, moral itu sangat penting.

Pola pikir dan pemikiran yang salah dapat berakibat buruk bagi kita. Tentu semuanya tidak lepas juga dari perhatian dan pola didikan orang tua.

Pepatah ini mengajarkan kita bahwa adanya kita ada karena kedua orang tua kita, dan kita wajib memberikan balas budi kepada mereka dengan perhatian dan kasih sayang hingga mereka menutup usia. Jangan sampai kita sia-siakan kebaikan mereka dengan mengabaikannya apalagi durhaka kepada mereka. Sangat besar dosanya.

Cakra manggilingan

Roda itu terus berputar


Hidup itu bagaikan roda yang terus berputar. Karena roda itu bulat, roda akan terus berputar tidak peduli aral hambatan, baik itu jalan mulus atau berlubang.

Roda itu ibarat waktu, waktu tidak perduli dengan keadaan kita baik senang atau susah, waktu akan terus berjalan. roda akan berada di atas dan dibawah.

Pada saat kita berada diatas kita akan mengalami suatusukacita yang luar biasa, begitupun sebaliknya apabila roda itu berputar kebawah. Ada saatnya kita jatuh terpuruk didalam roda kehidupan.

Selanjutnya :

Dumadining sira iku lantaran anane bapak piyung ira


Nikmatilah segala jerih payah dan segala keadaan ingatlah susah dikala senang dan senang dikala susah. Agar segala sesuatu dapat berimbang. Jangan pernah mencela orang yang sedang berada dibawah dan selalu ingat bahwa roda itu berputar, kita tidak akan pernah tau apa yang akan menunggu kita esok atau lusa diujung roda kehidupan. Selalu berjaga-jaga dan berdoa senantiasa.


Alon-alon waton kelakon


pelan-pelan asal sampai
alon-alon waton kelakon

Biar lambat asal selamat

Suatu pepatah yang sangat melekat pada orang jawa. Bertindak pelan-pelan asal berhasil. Maksud pepatah ini jika kita melakukan sesuatu tidak perlu terburu-buru. Tidak perlu kesusu, tidak perlu grusa-grusu. Mencermati masalah dengan baik, menimbang segala sesuatu baru melakukannya kemudian.


Karena keberhasilan adalah hasil dari perencanaan yang matang niscaya hasil tidak akan pernah menghianati usaha.

Selanjutnya:

Gusti iku cedhak tanpa senggolan adoh tanpa wangenan


Apapun yang kita lakukan akan ada akibatnya. Maka akan lebih baik bila segala sesuatu yang akan kita lakukan sudah kita pertimbangakan baik buruknya untuk kelangsungan hidup dimasa yang akan datang.Jika sesuatu kita lakukan tanpa pertimbangan seringkali hasilnya akan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Kadang kala jika kita terburu-buru pasti ada saja yang kita lewatkan karena tidak melakukan perencanaan yang baik.

Kuthuk marani sunduk

pepatah jawa
kuthuk marani sunduk

secara sengaja menghampiri marabahaya 

Secara luas arti dari pepatah ini adalah mendatangi bahaya atau mendatangi hal yang bisa membuatnya celaka.
Kuthuk adalah sejenis ikan gabus atau catfish adalah jenis ikan air tawar yang berbadan panjang. Sundhuk sendiri adalah seruas bambu yang panjang yang digunakan untuk memanggang ikan. Jadi pepatah ini berarti ikan tersebut mendatangi kematiannya sendiri.

Namun bila pepatah itu ditujukan untuk manusia sama artinya bila ada seseorang yang tidak bisa berenang tapi dia berani bermain disekitar sungai tanpa orang yang mendampinginya dan tiba-tiba terperosok jatuh kedalam sungai yang dalam lalu meninggal.
Atau seorang pekerja konstruksi yang tidak mengenakan tali pengaman saat sedang bekerja, tiba-tiba pada saat sedang di area ketinggian terpeleset dan jatuh.Intinya orang itu mendatangi kesialannya sendiri

Selanjutnya :

Ajining rogo


Triprakara, pegangan para kesatria jawa


Tiga perkara


Merupakan bagian dari serat wedhatama anggitan Wedhatama Sri Mangkunegara IV dalam pupuh pucung bait 10 dan 11 yang terjemahannya :

mengenai ilmu kesepakatan dan pendapatannya adalah dapat diperoleh dengan upaya keras (tapa); Bagi kesatria tanah jawa dahulu yang dijadikan pegangan adalah tiga hal (triperkara)

 Lila , Trima dan Legawa dapat dibaca pada bait 11 dengan terjemahan :


pertama ikhlas (Lila) bila kehilangan tidak menyesal (pertama) menerima dan sabar apabila disakiti oleh sesama manusia (Trima)(kedua) dan (Legawa)  berserah diri kepada Tuhan (ketiga)


maka kesimpulan pegangan atau ilmu dari para kesatria jawa yakni

1. Seorang ksatria sejati bisa menerima dengan ikhlas saat kehilangan sesuatu.
2. Menerima dengan sabar dan ikhlas apabila kita disakiti oleh orang lain.
3. Selalu berserah diri kepada Tuhan dalam segala tindak tanduk kehidupan kita.

itulah sikap dari seorang ksatria.



Wani ngalah luhur wakasane

kumpulan pepatah jawa kuno
wani ngalah luhur wekasane

Berani mengalah akan luhur dikemudian hari


Wani ngalah disini bukan diatikan bahwa kita siap mengalah demi apa saja, atau diam saja ketika kita dicemooh, Berani mengalah disini artinya agar dalam setiap persoalan kita harus sedia mengendurkan otot-otot yang tegang berfikir dengan jernih dan menjadi orang pertama yang memberikan jalan keluar apabila dinilai baik untuk mengalah. Atau bahkan undur diri karena tentunya masyarakat menilai sikap kita pada saat kita mengalah apakah itu baik atau tidak.

Tetapi sifat dasar kita sebagai manusia, selalu bersaing demi kenuntungan dan kemenangan.  Tentunya sikap sedemikian ini sangat susah untuk bisa dimengerti dan dijalankan. Terlebih sikap seperti menang sendiri, egois dan suka berfoya- foya sangat bertentangan dengan pandangan pepatah ini. Tetapi orang yang bersedia mengalah niscaya akan mendapatkan nilai keluhuran dari masyarakat

Karena kemulian didapatkan dengan rasa rela dan iklas.Keluhuran tersebut juiga tentu bukan kita yang menilainya tetapi orang lain. Karena orang lain yang berfungsi sebagai cermin dan menilai sikap kesabaran kita. Kita tidak akan pernah tau bilaman kita luhur atau tidak, tanpa adanya penilaian dari orang lain.

Sapa nandur bakale ngunduh

kumpulan pepatah jawa kuno
sapa nandur bakale ngunduh

Siapa yang menanam akan menuai


Perbuatan apapun yang kita lakukan sekarang pasti akan ada imbal baliknya pada masa mendatang.
Jika kita menanamkan perbuatan yang baik niscaya kita akan menuai apa yang baik

Tidak mungkin orang yang menanam pohon rambutan akan berbuah nanas. Niscaya apabila kita berbuat baik pasti kita akan menerima imbalan berkali-kali lipat

Sebaliknya jika kita berbuat jahat kepada orang lain maka kitapun akan merasakan akibat dari perbuatan jahat tersebut sudah pasti kita akan celaka dikemudian harinya.

Pepatah ini mengajarkan agar kita memperhatikan orang lain agar hidup damai sejahtera dengan lingkungan dimana kita hidup dan menanam kebaikan untuk sesama.

Tuna satak bathi sanak

Kumpulan pepatah jawa kuno, keuntungan keluarga
tuna satak bathi sanak

Rugi sedikit yang penting tambah saudara


Dalam dunia perdagangan keuntungan adalah yang utama, tapi tidak berlaku bagi masyarakat jawa.

Pepatah ini menyebutkan tidak apa jika kita merugi sedikit asalkan untuk mempererat tali persaudaraan. Karena pertemanan dan persaudaraan sangat penting bagi orang jawa.

Orang jawa sangat  mementingkan seduluran , mereka yakin bila keluarga dijaga dengan baik pada waktu susah maka ia akan menjaga kita juga pada waktu susah. Disini digambarkan betapa orang-orang jawa sangat optimis di dalam menjaga hubungan persaudaraan dan menjalani masa depan.

Ajinging rogo dumunung ana ing busana

harga diri dari tubuh terletak pada busana yang dipakai


Sebuah penilaian bahwa tampilan luar seseorang sangat menentukan letak harga diri orang tersebut.
Pepatah ini menjelaskan bahwa penampilan seseorang ditempat tertentu secara tidak langsung akan menunjukkan kejelasan status sosialnya didalam masyarakat.

Memilih  pakaian yang sesuai dengan keadaan sangat penting untuk keselarasan diri kita dengan lingkungan di sekitar kita. Sebaliknya jika busana yang kita pakai tidak sesuai dengan kepentingannya maka kita akan menghancurkan harga diri kita sendiri.Bayangkan bila anda mengenakan pakaian pesta pada saat upacara berkabung. Pakaian yang anda pakai merupakan perpanjangan dari kepribadian anda di muka umum.

Karena orang yang masa bodoh dengan penampilannya kebanyakan adalah orang yang minder. Orang yang berpakaian ala kadarnya beranggapan bahwa mereka tidak sesuai untuk berpakaian yang sesuai dengan kadarnya. Karena perasaan minder atau tidak percaya diri menjadikan kita apa adanya
"Saya akan menjadi diri saya apa adanya"
Merupakan sebuah alasan yang dibuat-buat, semata mata karena perasaan minder, tidak percaya diri, takut untuk tampil menawan dan  menjadikan alasan apa adanya untuk berbagai penolakan.

Ketika anda berbusana menarik disitulah ada peningkatan rasa percaya diri. Karena busana terletak dari atas rambut sampai ujung kaki. Anda patut memiliki rasa tanggung jawab atas penampilan anda karena dunia meilai diri anda sebagaimana anda menampilkan citra diri anda kepada mereka.




Gelem jamure emoh watange

Kumpulan pepatah jawa kuno
Gelem jamure emoh watange

Hanya mau enaknya sendiri tidak mau susahnya


Secara luas menggambarkan sifat seseorang yang hanya mau enaknya  saja tapi tidak mau bersusah payah untuk pencapaian tujuannya itu.

Jamur merupakan tumbuhan simbiosis yang hidup secara parasit dari tumbuhan lain yang diserap untuk keuntungan simbionnya. Selain itu jamur merupakan konsumen yang bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein dll.
Pepatah ini ditujukan kepada orang-orang yang menjadi jamur di dalam lingkungan sosialnya.

Pada saat orang lain bersusah payah untuk mencapai tujuan dia akan menghilang tapi pada saat tujuannya telah dicapai maka dialah orang pertama yang akan menikmati kentungannya.

Misalnya ada acara pagelaran besar dimana setiap warga desa turun untuk bekerja dan merancang bangun tetapi dia tidak akan merasa mengotori dirinya sendiri sebagai buruh rendahan yang menolak untuk bekerja kasar. Akan tetapi setelah acara tersebut terselenggara dengan baik maka dia akan menjadi orang pertama yang mengaku patut untuk diberikan penghargaan atas pencapaian kerja tersebut.

Memayu hayuning buwana

Kumpulan pepatah jawa kuno, Kecantikan dunia
Memayu Hayuning Buwana
Mempercantik kecantikan dunia

Hayu diambil dari kata rahayu yang artinya selamat sejahtera

Memayu  hayuning buwana memiliki pengertian yang sangat luas, dimaksudkan agar seluruh umat manusia bisa memelihara kecantikan dan kesejahteraan seluruh alam. Untuk itu kita diperingatkan agar ikut memelihara alam dan lingkungan agar bisa selaras dan sejalan dengan semesta. menjauhi perilaku yang buruk, semena-mena, dan bersifat arogan demi mewujudkan keselarasan hayuning buwana.

Memayu hayuning buwana lebih didasarkan pada niatan untuk melestarikan dan menselaraskan alam dengan tujuan dan niat yang suci agar tidak menjadi bumerang bagi tujuan pepatah itu sendiri.

Laku ing sasmita amrih lantip


Serat Wulangreh anggitan Sri Pakubuwana IV pada serat Kinanti bait pertama

Latihlah jiwamu supaya kamu mengusai sasmitha (ilmu lahir dan batin) agar menjadi pandai (lantip).


Disini diajarkan supaya kita tidak senantiasa bermalas -malasan, berkonsentrasi pada ilmu pengetahuan dan penguasaan diri dengan sungguh-sungguh pesunen tidak hanya bermalas malasan, berupaya pada pekerjaan dengan sungguh sungguh mengurangi kebiasaan makan mangan dan tidur nendra serta bermalas-malasan, agar masa depan lebih cerah.

Dijelaskan ada 4 titik pokok pada pepatah ini
1. Mengurangi makan
2. Mengurangi kebiasaan tidur
3. Jangan menghambur-hamburkan uang
4. Sederhana dalam perilaku dan keseharian

Sura dira jayaningrat, lebur dining pangastuti

Kumpulan pepatah jawa kuno, keras hati dikalahkan dengan sikap lemah lembut
Sura Dira Jayaningrat Lebur Dining Pangastuti

Segala sifat keras hati, picik, angkara murka hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lebut hati dan sabar


Salah satu bait dari pupuh Kinanti dalam serat Witaradya oleh pujangga kesar kesunanan surakarta yang mengisahkan keadaan Cirtasoma putra dari Prabu Aji Pamasta di negara Witaradya.

Keangkuhan adalah sifat kesombongan yang arogan merupakan lawan kata dari kerendahan hati.


Bahwa hanya kesabaran dan sikap hati yang tulus dapat menghancurkan sifat yang penuh dengan angkara murka. Sama seperti sebuah batu karang yang telihat sangat kokoh dipinggir samudra terkikis oleh ombak yang mengangsurnya perlahan-lahan. Terkadang hanya perlawanan kata yang capat digunakan untuk mengatasi yang lainnya. Contohnya keangkuhan hanya bisa dilawan dengan kerendahan hati. Kuat lawan katanya lemah, Besar lawan katanya kecil, Keras lawan katanya rapuh dan lain sebagainya.

Ojo cedak kebo, guphak

Kumpulan pepatah jawa kuno, jangan dekat kerbau,kotor
Ojo Cedhak Kebo, Guphak

Jangan kita mendekati kerbau jika kita tidak mau kotor.

Jangan kita berteman dengan orang yang sifatnya buruk karena nanti kita akan terkena dampaknya.

Pepatah ini ditujukan untuk menanggulangi sebuah keadaan sebelum terjadinya masalah di kemudian hari. Karena tidak dipungkiri lingkungan sosial itu penting dan menggambarkan dimana posisi kita di dalam masyarakat juga penting di dalam kehidupan.

Kerbau digambarkan sebagai binatang pemalas, binatang yang hidungnya harus dicucuk terlebih dahulu  agar mau mengikuti perintah sang majikan. Bahkan karena terlampau malasnya para petani menggunakan cambuk duri untuk mamaksanya berjalan membajak sawah. Bergaul membuat kita menjangkau lingkup hidup dengan pola pikir dan cara bersosialisasi.

Contoh ; bergaul dengan seorang pembolos yang malas sekolah maka kita juga mau tidak mau harus membolos karena hanya dengan cara itu kebersamaan dan proses interaksi dapat terjadi. Disatu sisi kita dapat mengubah cara hidup dan tingkah laku bila kita bisa memberikan sikap yang positif, tetapi jangan lupa.
Kerbau adalah kerbau, ojo cedhak kebo, guphak

Milih-milih tebu oleh boleng

Kumpulan pepatah jawa, jangan kelamaan milih
Milih-milih tebu oleh Boleng

Jangan berlama-lama dalam memilih nanti dapat sisanya

Suatu keadaan yang tidak menguntungkan, suatu gambaran nasib buruk.

Tebu yang boleng itu adalah ruas tebu yang keras dan mengandung kadar air yang sangat sedikit.
Bisa dibayangkan apabila kita bersusah payah dengan suatu keadaan untuk mencari hasil yang terbaik tetapi yang didapat adalah kemungkinan yang terburuk.

Terkadang kita kesulitan mencari moment dengan pasangan hidup karena tidak ada pasangan  yang sempurna. Yang benar adalah jika kita  menjadikan setiap moment yang ada itu menjadi sebuah kesempuranaan.